SUMENEP, CRNnews.id – Kesenian tradisional Tongtong Angin Ribut asal Sumenep akan membawa kekayaan budaya Madura ke panggung internasional melalui rangkaian MotoGP Mandalika 2026.
Kelompok musik tradisional Sumenep tersebut dijadwalkan tampil dalam Rider Parade MotoGP Mandalika pada 7 Oktober 2026. Kehadiran mereka menjadi kesempatan untuk memperkenalkan seni dan budaya Sumenep kepada masyarakat dari berbagai daerah hingga wisatawan dan penonton mancanegara.
Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH, menyambut positif keterlibatan Tongtong Angin Ribut dalam agenda olahraga bertaraf internasional tersebut.
Baca Juga : Wabup Imam Hasyim Lantik 28 Pejabat Pemkab Sumenep, Ini Daftar Jabatan Barunya
Menurut Fauzi, budaya Sumenep dan kesenian tradisional Madura merupakan bagian penting dari identitas daerah yang harus terus dilestarikan sekaligus dipromosikan kepada khalayak yang lebih luas.
“Kebudayaan merupakan identitas yang harus terus dirawat, sekaligus diperkenalkan kepada masyarakat luas,” kata Achmad Fauzi, Kamis (24/9/2026).
Tongtong Sumenep Jadi Media Promosi Budaya dan Pariwisata
Fauzi menilai penampilan Tongtong Angin Ribut Sumenep di Mandalika tidak hanya menjadi pertunjukan seni, tetapi juga dapat menjadi sarana promosi budaya dan pariwisata Kabupaten Sumenep.
Menurutnya, panggung MotoGP memiliki jangkauan penonton yang luas sehingga menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan berbagai potensi budaya Madura kepada publik nasional maupun internasional.
“Ini momen langka dan merupakan kehormatan bagi kami, karena budaya Sumenep bisa tampil di momen internasional,” ujarnya.
Perpaduan antara kemeriahan MotoGP Mandalika dengan musik tradisional Madura, kata Fauzi, diharapkan menghadirkan nuansa khas sekaligus menunjukkan bahwa kesenian daerah tetap memiliki tempat di tengah perhelatan olahraga dunia.
Baca Juga : Bupati Sumenep Dorong Kemenhub Benahi Konektivitas Laut untuk Warga Kepulauan
Dentuman musik tongtong nantinya diharapkan menjadi salah satu penanda keberagaman budaya Indonesia dalam rangkaian kegiatan MotoGP Mandalika 2026.
“Bukan sekadar ajang MotoGP biasa. Saat mesin-mesin motor menderu, suara tongtong Madura juga bersiap menggema,” tegas Bupati Fauzi.
Budaya Sumenep Menuju Panggung Internasional
Fauzi menambahkan, keterlibatan Tongtong Angin Ribut dalam Rider Parade MotoGP Mandalika bukan semata-mata mengenai pertunjukan seni. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan warisan budaya Sumenep kepada masyarakat yang lebih luas.
Baca Juga : HUT ke-81 RI, Bupati Fauzi Dorong Pemerataan Pembangunan hingga Wilayah Kepulauan Sumenep
Keikutsertaan kesenian tradisional tersebut diharapkan dapat memperkuat promosi budaya Madura, sekaligus meningkatkan perhatian terhadap berbagai potensi wisata dan kekayaan lokal Kabupaten Sumenep.
“Tongtong Angin Ribut Sumenep siap membuat Mandalika bergemuruh,” tandasnya.
Tampilnya Tongtong Angin Ribut dalam Rider Parade MotoGP Mandalika 2026 menjadi ruang bagi seni tradisional Sumenep untuk tampil di hadapan publik dalam suasana internasional.
Momentum tersebut sekaligus menunjukkan upaya membawa kesenian tradisional Sumenep melampaui panggung lokal, sekaligus memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Madura ke tingkat nasional dan internasional.















