SUMENEP, CRNnews.id – Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pembangunan daerah melalui pelaksanaan berbagai program strategis sepanjang Oktober 2026.
Sejumlah kegiatan dilaksanakan secara berkelanjutan, mulai dari penguatan pelestarian budaya lokal, pembinaan prestasi olahraga pelajar, pemberdayaan ekonomi kalangan santri, hingga pengembangan sektor pariwisata berbasis potensi daerah.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya Disbudporapar Sumenep untuk mengoptimalkan potensi sumber daya lokal sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Baca Juga : Disbudporapar Sumenep Resmi Lepas 172 Kontingen Terbaik ke POPDA XV Jawa Timur 2026
Festival Musik Tongtong Perkuat Daya Tarik Wisata Budaya
Salah satu agenda unggulan yang sukses diselenggarakan adalah Festival Musik Tongtong se-Madura yang dirangkai dengan Prosesi Arya Wiraraja pada Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan yang masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata tersebut dipusatkan di kawasan Masjid Jamik Sumenep dan berhasil menarik ribuan pengunjung.
Untuk memperluas jangkauan promosi, Disbudporapar juga melibatkan sejumlah konten kreator guna memperkenalkan kekayaan budaya Sumenep melalui berbagai platform digital.
Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi, menegaskan bahwa penyelenggaraan festival budaya tidak hanya berorientasi pada upaya menjaga kelestarian kesenian tradisional, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi terhadap perkembangan pariwisata dan perekonomian masyarakat.
Menurutnya, kegiatan kebudayaan dapat menjadi salah satu instrumen strategis untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Sebanyak 172 Atlet dan Ofisial Disiapkan untuk POPDA XV Jawa Timur
Di bidang olahraga, Pemerintah Kabupaten Sumenep secara resmi melepas kontingen Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV Jawa Timur 2026 pada Senin (26/10/2026). Prosesi pelepasan berlangsung di halaman Kantor Bupati Sumenep.
Kontingen yang terdiri atas 172 atlet dan ofisial tersebut akan mengikuti pertandingan pada 17 cabang olahraga yang digelar di Surabaya dan Ngawi pada 29 Oktober hingga 11 November 2026.
Keikutsertaan para atlet menjadi bagian dari upaya pembinaan olahraga pelajar sekaligus kesempatan untuk mengukur kemampuan dan meningkatkan pengalaman bertanding di tingkat provinsi.
Faruk Hanafi menyampaikan bahwa keikutsertaan kontingen Sumenep tidak semata-mata ditujukan untuk meraih medali, tetapi juga membangun mental kompetitif, kedisiplinan, dan sportivitas para atlet.
Ia berpesan agar seluruh atlet menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas serta menjaga nama baik Kabupaten Sumenep selama mengikuti kompetisi.
Baca Juga : Taman Bunga Sumenep Kian Asri, Jadi Destinasi Favorit Warga untuk Bersantai Bersama Keluarga
Program Santri Entrepreneur Dorong Kemandirian Ekonomi
Selain kebudayaan dan olahraga, Disbudporapar Sumenep turut memberikan perhatian terhadap pengembangan kapasitas kewirausahaan generasi muda, termasuk kalangan santri.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran program Santri Entrepreneur 2026 di Pondok Pesantren Ar-Ruhama, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, pada Selasa (6/10/2026).
Program ini dirancang untuk membekali para santri dengan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan sehingga mereka memiliki kemampuan mengembangkan usaha serta membangun kemandirian ekonomi.
Melalui kegiatan tersebut, santri diharapkan tidak hanya memiliki bekal pendidikan keagamaan, tetapi juga mampu mengembangkan potensi produktif yang dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.
Penguatan kewirausahaan di kalangan santri juga menjadi salah satu langkah untuk mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, mandiri, dan mampu mengambil bagian dalam pembangunan ekonomi daerah.
Baca Juga : Bupati Sumenep Tekankan Pentingnya Ilmu dan Akhlak dalam Apel Hari Santri 2026
Dorong Pembangunan Daerah Melalui Program Terpadu
Pelaksanaan berbagai kegiatan sepanjang Oktober 2026 menunjukkan upaya Disbudporapar Sumenep dalam mengembangkan sejumlah sektor yang saling mendukung.
Pelestarian budaya diarahkan untuk menjaga identitas daerah sekaligus meningkatkan daya tarik wisata. Sementara itu, pembinaan olahraga difokuskan pada pengembangan prestasi pelajar, dan program kewirausahaan menjadi sarana untuk memperkuat kemandirian ekonomi generasi muda.
Melalui pendekatan tersebut, Disbudporapar Sumenep berupaya memastikan bahwa pengembangan kebudayaan, pemuda, olahraga, dan pariwisata tidak berjalan secara terpisah, melainkan menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Optimalisasi potensi lokal diharapkan mampu memperkuat identitas Kabupaten Sumenep, meningkatkan daya saing daerah, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.















