SUMENEP, CRNnews.id – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Kamiluddin, S.Pd.I., M.AP., menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-757 yang mengusung tema “Songennep Jaja Rajja”, bermakna “Bangkit dan Berdaulat”.
Momentum hari jadi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi perayaan perjalanan panjang sejarah Kabupaten Sumenep, tetapi juga menjadi penguat semangat kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan daerah, termasuk dampak musim kemarau panjang yang memicu kekeringan dan krisis air bersih di sejumlah wilayah.
Menurut Kamiluddin, semangat “Songennep Jaja Rajja” perlu diwujudkan melalui kerja nyata seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat. Kebangkitan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan pemerintah dalam memberikan perlindungan serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Semangat Bangkit dan Berdaulat dalam Penanggulangan Bencana
Bagi BPBD Kabupaten Sumenep, tema “Bangkit dan Berdaulat” memiliki relevansi kuat dengan upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana.
Kabupaten Sumenep yang memiliki wilayah daratan dan kepulauan menghadapi tantangan tersendiri dalam penanggulangan bencana, terutama ketika musim kemarau berlangsung cukup panjang. Keterbatasan sumber air di sejumlah desa menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan cepat, terukur, dan berkelanjutan.
Baca Juga : Taman Bunga Sumenep Kian Asri, Jadi Destinasi Favorit Warga untuk Bersantai Bersama Keluarga
Dalam kondisi tersebut, BPBD memiliki peran penting dalam mengoordinasikan upaya penanggulangan bencana, mulai dari pencegahan dan mitigasi, kesiapsiagaan, penanganan keadaan darurat, hingga pemulihan pascabencana sesuai kewenangannya.
Upaya tersebut dilakukan melalui pemantauan kondisi wilayah, pendataan masyarakat terdampak, koordinasi lintas instansi, serta penyaluran bantuan air bersih bagi warga yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Berdasarkan pemberitaan mengenai penanganan kekeringan di Sumenep, BPBD juga mengutamakan distribusi air bersih ke desa-desa dengan kategori kering kritis. Selain penanganan jangka pendek, pemerintah daerah turut mengkaji solusi jangka panjang, termasuk pengembangan sumber air melalui pengeboran maupun pipanisasi di wilayah yang memungkinkan.
Baca Juga : Bupati Sumenep Tekankan Pentingnya Ilmu dan Akhlak dalam Apel Hari Santri 2026
Kemarau Panjang, Tantangan Bersama yang Membutuhkan Kepedulian
Musim kemarau berkepanjangan menjadi tantangan serius bagi masyarakat Sumenep, khususnya warga yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan sumber air. Kondisi tersebut tidak hanya berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat.
Oleh karena itu, penanganan kekeringan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan keterlibatan masyarakat, pemerintah desa, kecamatan, serta berbagai pihak terkait untuk memastikan bantuan dapat menjangkau warga yang membutuhkan.
Selain mendukung distribusi air bersih, masyarakat diimbau untuk menggunakan air secara bijak, menjaga sumber mata air yang masih tersedia, serta melaporkan lebih awal apabila terjadi kesulitan air di lingkungannya.
Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Kondisi vegetasi yang mengering dapat membuat api lebih mudah menyebar, sehingga masyarakat diharapkan tidak membakar sampah, daun kering, maupun lahan secara sembarangan.
BPBD Sumenep sebelumnya telah mengintensifkan penanganan kekeringan dan memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.
Baca Juga : Pembacaan Surat Al-Waqi’ah di Sumenep Berlangsung 22–30 Oktober 2026, Ini Sasarannya
Memperkuat Ketangguhan Masyarakat Sumenep
Semangat “Songennep Jaja Rajja” juga dapat menjadi dorongan untuk membangun masyarakat yang tangguh dan mandiri dalam menghadapi ancaman bencana.
Ketangguhan tersebut dapat diwujudkan melalui peningkatan kesadaran terhadap risiko bencana, penguatan koordinasi antara pemerintah dan masyarakat, serta pembiasaan perilaku siaga dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi BPBD, keberhasilan penanggulangan bencana bukan semata-mata diukur dari kecepatan penanganan ketika bencana terjadi, melainkan juga dari kemampuan mengurangi risiko, meningkatkan kesiapsiagaan, dan meminimalkan dampak yang dirasakan masyarakat.
Baca Juga : Kepala DISPERKIMHUB Sumenep Dadang Dedy Iskandar Sampaikan Ucapan Selamat Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep
Dengan demikian, peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-757 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan pelayanan publik yang responsif, meningkatkan perlindungan masyarakat, dan membangun daerah yang lebih siap menghadapi berbagai tantangan.
Melalui sinergi pemerintah, petugas kebencanaan, dan masyarakat, semangat bangkit dan berdaulat diharapkan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk dalam menghadapi kemarau panjang dan dampak kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah.
Pada momentum Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-757 ini, Kamiluddin menyampaikan harapan agar Kabupaten Sumenep semakin maju, tangguh, dan sejahtera, dengan masyarakat yang semakin peduli terhadap lingkungan serta memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.
Selamat Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-757. Songennep Jaja Rajja — Bangkit dan Berdaulat. Bersama membangun Sumenep yang tangguh, aman, dan sejahtera.















